Senin, 22 Desember 2008

Aku Bukan Penjual Minyak


Minyak VitA merupakan minyak curah biasa yang fortifikasi Vitamin A oleh pemerintah. Minyak VitA merupakan program Departemen Kesehatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dan KFI- Koalisi Fortifikasi Indonesia dan didanai oleh Japan Fund for Poverti Reduction (JFPR) dan Asian Development Bank ( ADB ). Penggunaan Minyak VitA adalah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak SD. Sebelumnya, anak2 yang sekolah di SD 2 Kelurahan yang menjadi Pilot Project di Makassar telah diambil darahnya untuk pengujian kadar retinol pada darah mereka. Untuk melihat apakah program ini berhasil atau tidak, kadar retinol darah anak2 tersebut harus meningkat setelah mengkonsumsi minyak VitA.

Bagaimana caranya agar anak2 tersebut bisa mengkonsumsi minyak VitA yg notabene merukan brand baru dan blm pernah di promosikan sebelumnya?? Justru itu, dibentuklah 2 tim peneliti. Tim 1 yaitu Tim FKM UI dan tim 2 yaitu Tim komunikasi, termasuk saya di dalamnya. Tim saya yang ada di Makassar hanya beranggotakan 4 orang, and guess what?, saya satu2nya cewe, paling muda, dan satu2nya yang belum menikah,hehe.. tugas Tim kami tidaklah mudah.. dari survey lokasi ( yang bener2 merupakan wilayah masyarakat menengah ke bawah ), interview n ngumpulin data warung, sosialisasi + edutaiment ke masyarakat dan sekolah, dan yang paling berat yaitu DISTRIBUSI MINYAK!! Bayangin aja target kita yaitu mengusahakan agar semua warung di kelurahan yang menjadi intervensi kita harus menjual minyak VitA. Tentunya agar anak yang bersekolah di SD di kelurahan tersebut juga bisa mengkonsumsi minyak Vita yng dibeli Ibu mereka di warung2. Berhubung susah bgt mengenalkan produk baru, kita matia2an lakukan segala usaha agar warung2 mau menjual minyak VitA. Mulai dari bela2in ke pabrik nyaksiin pencampuran minyak berTon- ton dengan beberapa tetes Vitamin A yang dilakukan oleh anggota Tim 1, nagadain berkali2 pertemuan dengan aparat kelurahan, sampai harus ngantar sendiri minyaknya langsung ke warung2. Tidak heran kalau kita dijuluki juragan minyak. Padahal tujuan kita bukan bisnis, yang kita tekankan bukan minyaknya melainkan Vitamin A nya.. Sudah 3 bulan program ini berlangsung. Sudah agak lumayan lah setelah media promosi minyak VitA nya udah jadi ( Walaupun untuk mendapatkan perusahaan digital printing yang mau ngerjain media harus melalui tender yang menurut saya waktu itu sangat menguras tenaga alias capek bgt!! ). Press Conference juga sudah dilakukan di salah satu sekolah, jadi minyak VitA udah lumayan terkenal sekarang,hehe.. tinggal pendidikan masyarakat dan vestifal kampung yang harus diwujudkan. Walaupun project berakhir sisa satu bulan lagi, menurut saya perjalan masih panjang bgt..saya hanya berharap, mudah2an saat Tim 1 mengambil lagi sampel darah anak2 SD setelah minyak VitA tersalurkan, kadar retinol darah mereka meningkat.. Insya Allah program ini akan jadi kebinjakan nasional, seperti garam beryodium yang katanya awal studinya juga ribet n susah bgt.. Namanya juga penelitian, kita ga bakalan tau hipotesis mana yang akhirnya benar. Huhuhu, hope final result nya memuaskan..Amiiin..